OJOL.. ‘KEMISKINAN TERORGANISIR DAN TER APLIKASI DI TENGAH MUSIBAH.
Icon yang sukses mencitrakan diri di sebuah peradapan.
Salahkah para petinggi di negeri ini membagikan bantuan kepada mereka? TIDAK.
karna sang pemberi butuh pencitraan instan.
Ojol berhasil mencitrakan diri sebagai orang orang yang layak menerima bantuan bertemu dengan orang orang memberi yang ingin mencitrakan diri secara instan….dan KLOP.itulah kenyataan hari ini yang terjadi.
apakah ini bantuan
Kita tau perilaku petinggi petinggi pejabat yang sudah duduk manis di kursinya,dia tidak akan mau lagi berkumuh kumuh ria lagi seperti saat berkampanye masuk ke lorong lorong dan gang kumuh yang seharusnya dia lakukan jika bantuan itu tepat sasaran kepada yang benar benar orang miskin pantas mendapatkannya.
Dengan menggunakan ojol tinggal satu tombol enter bekumpullah sang ojol kemudian foto foto shooting dan publish media,selesai.
Itulah menangnya ojol.
Salahkah pak makarim   ? TIDAK.
Beliau sudah menciptakan  solusi besar di tengah sulitnya negeri ini.
Beliau telah membuat terobosan besar untuk negeri ini mengkominasikan tekhnologi perkembangan zaman dengan sebuah kenyataan dan menjadi jawaban besar untuk negeri ini.membuat sebuah faedah besar buat orang banyak.menghadirkan puluhan juta pekerja dan membuat semua orang hidup lebih mudah dan nikmat.dan itu kenyataan perkembangan zaman.
So.. bagaimana dengan kita 13 juta insan pelaku pariwisata?
haruskah kita iri ? Tidak juga.
mungkin kita selama ini hanya terlena.
Kita belajar dan mengambil hikmah semua ini.
kita tidak punya data valid.
kiranya tulisan ini tidak ada maksud menyalahkan siapapun dan lebih menjadi solusi untuk kedepan lebih baik.
Ingat sampai saat ini kucuran dana yang semula akan di kucurkan melalui asosiasi sampai saat ini belum terealisasi.
Yuuk kita bahas asosiasi kita tanpa sebut nama.
Ada asosiasi tempat owner travel bernaung.
Ada asosiasi tempat owner hotel bernaung.
Ada asosiasi tempat owner bus dan transport bernaung.
Ada asosiasi tempat orang orang seni dan event organizer bernaung.
Ada asosiasi gaet bernaung.
Ada asosiasi tempat owner rental mobil,driver dan sangat banyak asosiasi di bawah kementrian pariwisata dan industri kreatif.
Punya data validkah (nama,alamat,nik,email)
Punya klasifikasi validkah?
-kategori atas owner
-menengah..
-bawah priotas penerima?
Kalaulah seandainya kita punya aplikasi induk yang kuat dan valid yang katanya kita 13 juta orang tervalidasi dengan baik.kalaulah kita punya ‘seragam seperti mereka? mungkin kita hari ini tidak begini cerita.
Mungkin saya tidak akan teriak teriak.
Bisa jadi kemenkeu dengan satu enter sudah mencairkan dana untuk pelaku pariwisata.
Teman teman kita driver,kenek,korban phk hotel,oleh oleh,seniman,pekerja eo bahkan di sebuah desa wisata terpencilpun teman kita saat ini dapat tersenyum.
Belum terlambat.
mungkin ini hikmah dari semua ini.
Bayangkan jika kita punya aplikasi/sistem yang kuat.kelak jika di suatu daerah wisata terjadi musibah dan harus dibantu.hanya dengan satu klik teman teman kita yang terkena bencana lansung terbantu tanpa gagap’ seperti saat ini.
Bayangkan juga jika kita mempunyai aplikasi yang kuat dan solid.mungkin alplikasi ini jugalah yang kita pakai untuk melawan sang aplikasi raksasa raksasa lainnya yang selama ini menghancurkan kita.
Kita pakai strategi jutaan semut melawan gajah.kita lawan..kita pasti menang..
Yuuk..kita sadar dan melek teman teman…
Kita pelaku pariwisata kompak dan tetap solid.
Salam pariwisata seindonesia.
#presidentRI
#MPRRI
#DPRRI

About Author

client-photo-1
Admin Dua

Comments

Leave a Reply